Sabtu, 30 Mei 2009

DIBALIK DEKLRASI MEGA-PRABOWO DI BANTAR GEBANG

Jika Anda mengamati secara seksama dan mengikuti sepak terjang dari Mochtar Mohamad Walikota Bekasi yang juga merengkap menjadi salah satu Tim Sukses dari mega (Direktur Pro Mega Center) maka karikatur ini merupakan suatu gambaran yang terjadi di Kota Bekasi ini!

Senin, 04 Mei 2009

Selesai Sudah Pekerjaan Yang Belum Selesai

Proses melelahkan dari rangkaian tahapan pesta demokrasi di Kota Bekasi berakhir pada Jum’at (01/05/09) dengan ditandai penandatanganan berita acara DB1 hasil rakapitulasi perolehan suara di seluruh PPK Kota Bekasi oleh para saksi Parpol, Panwas dan seluruh anggota KPU Kota Bekasi. Dengan tingkat partisipasi massa yang cukup bagus yaitu 67,76% atau 942.450 dari Daftar Pemilih Tatap (DPT) 1.390.803, sementara sisanya Golput dengan berbagai alasan.

Carut marut pelaksanaan Pemilu kali ini menjadi perdebatan yang sengit di kancah Nasional, begitu juga dengan Kota Bekasi. Berbagai tuduhan kecurangan dilontarkan oleh para pelaku politik. Bahkan beberapa Partai peserta pemilu nekad mengerahkan massanya untuk mempresure KPU Kota Bekasi.

Seperti yang dilakukan oleh Partai Damai Sejahtera (PDS), Para Caleg PDS datang merangsek KPU Kota Bekasi lengkap dengan massa pendukungnya. Mereka menyuarakan hilangnya suara mereka di PPK Jati asih dan PPK Bekasi Selatan. Lain lagi dengan massa dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mereka berbondong-bondong datang ke KPU Kota Bekasi pada Kamis malam (30/04/09) tidak mau kalah, datang juga massa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua partai tersebut (PPP dan PKB) datang karena mereka merasa dicurangi oleh PPK Bekasi Utara.

Isu penggelembungan suara juga marak di sana-sini, bahkan salah satu media harian lokal Kota Bekasi menulis disinyalir ada penggelembungan suara untuk empat partai besar pada tingkat PPK yaitu partai Golkar, PDIP, Gerindra dan Hanura. Mengenai ini semua Ahmad Haikal Ketua Panwas Kota Bekasi ditemui disaat pleno akhir penghitungan suara mengatakan, “Panwas juga mengetahui isu-isu tersebut, tetapi mereka yang merasa dicurangi rata-rata tidak memiliki bukti kecurangan tersebut maka Panwas pun kesulitan untuk menindaklanjuti, tetapi jika ada bukti seperti yang terjadi pada PPK Bantar Gebang, maka kita proses untuk diajukan pada kepolisian”.

Kurangnya bukti-bukti kecurangan membuat Panawas pun tak dapat berbuat lebih jauh, seperti yang diungkap oleh Yayah Mardiah anggota Panwas Kota Bekasi “Dari sekitar 42 kasus pelanggaran pemilu, yang dapat diproses lebih lanjut hanya 2 kasus yaitu pertama Kasus money politik Caleg Partai Hanura Sampan Hismanto serta Wisnu Purnomo dan yang kedua adalah kasus merubah sertifikat DA1 oleh Ketua PPK Bantar Gebang”.

Belum lagi dengan lambatnya proses penghitungan pada tingkat PPK membuka peluang terjadinya pelanggaran namun susah untuk dibuktikan. Jika kita merunut lagi kebelakang, pangkal dari babak belurnya proses pemilu kali ini adalah kacaunya DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan Kurangnya pembekalan proses penghitungan pada tingkat KPPS, PPS dan PPK.

Banyak sekali kesalahan petugas KPPS pada saat penghitungan dan penulisan berita acara (Form C1) tidak jarang para KPPS menghitung dua suara bagi satu kertas suara karena terdapat dua tanda contreng pada caleg dan lambang partai. Kesalahan pada tahap ini menjadi efek domino kesalahan-kesalahan pada tahapan berikutnya, ditambah lagi dengan tidak samanya mekanisme penghitungan pada tiap PPK. Dari pantauan Suara Bekasi hampir seluruh PPK di Kota Bekasi menghabiskan waktu 2 hingga 3 hari untuk membicarakan mekanisme penghitungan pada tingkat PPK, tidak jarang proses deadlock karena saksi tidak setuju dengan mekanisme penghitungan.

Adapun hasil akhir perolehan suara pemilihan legsilatif Kota Bekasi untuk empat besar adalah sebagai berikut : Partai Demokrat memimpin dengan 325.470 suara, disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 158.389, urutan ketiga ditempati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 132.238 dan paling buncit ditempati partai Golkar dengan 83.559 suara. [Chan]

Rabu, 29 April 2009

Walikota Bekasi Terlibat Kolusi

Pemberantasan korupsi di Kota Bekasi menurut beberapa kalangan mengalami kemandekan bahkan gagal. Begitulah yang tersirat dari demo para mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Ganyang Korupsi (JANGKAR) yang dilakukan di depan halaman kantor Walikota Bekasi pada Jum’at (04/04/09).

Dalam demo tersebut juga terungkap bahwa Walikota melanggar UU no.34 Tahun 2004 pasal 130 ayat 2 dikarenakan memperpanjang masa jabatan Sekda Kota Bekasi H.Tjandra Utama Effendi, dimana dalam Undang-undang itu disebutkan bahwa pengangkatan maupun perpanjangan jabatan seorang Sekda harus di konsultasikan kepada Gubernur. Dalam hal ini walikota tidak berkonsultasi dengan Gubernur.

Belum lagi dengan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada SK perpanjangan H.Tjandra Utama Effendi yaitu pada tanggal dibuatnya SK yaitu 9 September 2009 sedang H.Tjandra Utama Effendi masuk usia pensiun pada 2 September 2009, seharusnya SK tersebut bertanggal 2 September 2009 bukan 9 September 2009. Kesalahan yang cukup fatal dan juga menggelikan lagi jika kita mencermati dalam SK tersebut Walikota menyebutkan perpanjangan batas usia pensiun Sekda Kota Bekasi H.Tjandra Utama Effendi sampai dengan tanggal 31 April 2009, entah kalender seperti apa yang digunakan Walikota H.Mochtar Mohamad karena di kalender-kalender lain di dunia ini tidak ada tanggal 31 untuk bulan April.

Dengan fakta-fakta yang ada maka JANGKAR dalam orasinya menduga bahwa ada unsur KKN (Korupsi,Kolusi,dan Nepotisme-red) antara Walikota Bekasi H.Mochtar Mohamad dengan Sekda Kota Bekasi H.Tjandra Utama Effendi terkait dengan perpanjangan masa jabatn Sekda Kota Bekasi.

Dalam pernyataan sikapnya para Mahasiswa juga membacakan track record dari H.Tjandra Utama Effendi selama menjadi Sekda Kota Bekasi diantaranya Tjandra Utama Effendi sempat di periksa oleh Mabes Polri karena dugaan terlibat korupsi beberapa tahun lalu. Belum lagi yang masih dalam tahap penyeledikan yaitu dugaan korupsi terkait bantuan KPR untuk PNS di Kota Bekasi dari APBD senilai 4 Milyar. [Chan]

Senin, 13 April 2009

Kemenangan Politik Pencitraan

Hasil Pemilu 2009 telah dilansir oleh beberapa lembaga survai melalui quick count, unggul hingga hari ini adalah Partai Demokrat. Melihat hasil qick count layak kita simak adalah lonjakan yang luar biasa perolehan suara dari Partai Demokrat. Dengan berasumsi pada angka-angka quick count mendekati kebenaran maka kita mengupas keunggulan fenomenal Partai Demokrat yang mencapai angka 20,4%.

Informasi yang terkumpul dari berbagai daerah bahwa Caleg-caleg dari Partai Demokrat tidak berbuat ataupun berkegiatan secara masif dan signifikan di berbagai daerah. Lebih mengejutkan lagi banyak warga masyarakat tidak mengenal ataupun mengetahui caleg-caleg Partai Demokrat di daerahnya.

Prestasi kerja Partai Demokrat di parlemen juga kurang moncer, bahkan jika kita simak kinerja anggota parlemen dari partai ini tergusur oleh partai-partai besar seperti Golkar, PDIP dan yang lainnya. Bahkan pada tingkatan Opini masyarakat pun mereka jauh tertinggal, terlihat dari tidak adanya isu yang dilempar dan menarik perhatian masyarakat.

Lalu bagaimana masyarakat bisa tertarik luar biasa dan memilih Partai Demokrat menjadi partai pemenang pemilu 2009. Seperti yang banyak orang katakan, mereka memilih hanya satu alasan yaitu SBY. Factor SBY memang suatu seling point tertinggi di percaturan politik Indonesia.

Mari kita telusuri bagaimana SBY menjadi magnet raksasa yang dapat menyedot rakyat Indonesia ini. Bangunan magnet ini bukan timbul secara tiba-tiba, dimulai dengan pemberantasan korupsi oleh KPK, dengan puncaknya yaitu pemenjaraan Aluia Pohan (Besan SBY). Tindakan KPK ini langsung ditindak lanjuti oleh tim SBY dengan mengkapitalisasi media, menjelma menjadi pemberantasan korupsi yang luar biasa dan tanpa pandang bulu. Padahal realita yang ada, masih pandang bulu.

Belum lagi program-program pemerintah sesperti BLT, Raskin, PNPM, Stimulus Ekonomi, dan lainnya. Dengan pengolahan media yang luar biasa program-program tersebut menjelmakan SBY menjadi seorang sinterklas yang memberikan hadiah cash and cary kepada masyrakat. Jika kita jeli melihat program tersebut maka kita akan mendapati sesuatu yang membuat kita ternganga. Coba kita lihat BLT, itu merupakan obat penghilang rasa sakit tetapi bukan menyembuhkan penyakit yang ada di tengah masyarakat yaitu pengangguran.

Proyeksi pandangan kita coba kita lihat juga terhadap pribadi SBY, dengan pribadi yang tenang tetapi dengan sekali-sekali terekspos media sewaktu Dia memarahi bawahannya. Itu semua menjadi nilai plus di mata masyarakat yang mencitrakan bahwa SBY cukup tegas menegur anak buahnya. SBY tahu jika terlalu banyak terekspos jika Dia sedang marah maka akan kontra produkrif.

Seorang SBY juga harus rela berkantor di tenda-tenda pengungsian karena Negeri ini memang penuh Bencana Alam di sepanjang pemerintahannya. Masyarakat luas akan cukup terhibur karena pemimpinnya ikut bermalam bersama mereka, tetapi mereka tidak tahu bahawa menginapnya seorang Presiden di tenda membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Belum lagi koordinasi jalannya pemerintahan yang menjadi amburadul dan tidak effektif.

Bangunan-bangunan itu semua yang menjadikan SBY magnet raksasa untuk menarik simpati rakyat. Beberapa aktivis ketika meriung sambil ngopi mengatakan “Enak Caleg-caleg dari Partai Demokrat itu, mereka tidur saja mereka jadi”. Namun mereka semua juga sepakat bahawa fenomena yang terjadi diprediksikan adalah Buble Politic, di mana Partai Demokrat telah melembung sudah pada besar yang maksimal maka setelah itu dikwatirkan akan meledak.

Namun apapun yang terjadi di Tanah Air kita ini, kita semua wajib mensyukurinya karena Pemilu telah berjalan dengan baik walaupun banyak sekali kekurangan dan coreng-moreng di sana-sini. Tetapi jika kita selalu berdebat dan bertengkar maka kapan kita akan melangkah kedepan, bangsa lain telah sampai ke bulan kita masih ribut karena datang bulan….. [Chan]

Minggu, 12 April 2009

Sabtu, 14 Februari 2009

Kontra Valentine

VALENTINE’S DAY ? NO WAYYYY!!!!

Bulan Februari biasanya ada sebagian kalangan ABG merupakan bulan yang di tunggu-tunggu. Karena pada bulan tersebut ada satu hari dimana mereka dapat berkasih-kasihan lebih leluasa dengan pujaan hati. Berbagai pernak-pernik dari mulai coklat hingga hiasan yang berwarna pink ikut mewarnai. Bahkan oleh beberapa remaja hari valentine itu ditafsirkan hari diperbolehkannya mereka berbuat mesum dengan pasangannya.

Budaya yang di bawa oleh Pastur Valentino ini mengalami distrorsi sangat jauh dari makna kasih sayang itu sendiri. Oleh karena itu beberapa aktivis muda Muhammadiyah Bekasi Barat merasa terpanggil untuk dapat mencegah perayaan hari yang lebih banyak mudharatnya itu. Mereka menggelar Talk Show dengan tajuk “When I Fall in Love”, acara yang digelar di aula Kelurahan Bintara ini dihadairi sekitar 200 siswa SD,SMP dan SMA.

Nur Fitriyani ketua panitia acara tersebut mengatakan”Acara ini bertujuan untuk mencegah secara prefentif kepada remaja-remaja kita yang merayakan Valentine Day”. Dengan acara ini juga semoga remaja kita dapat lebih tahu tentang makna cinta sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW, remaja muslim sudah selayaknya meninggalkan budaya yang bukan berasal dari budaya kita sendiri, apalagi budaya tersebut berpotensi untuk merusak masa depan remaja, tambahnya dengan semangat.

Hadir sebagai nara sumber Ustadz Shihabudin Umar, dalam tausiyahnya beliu mengatakan “Cinta merupakan anugerah Allah AWT namun cinta yang diridhloi oleh Allah adalah cinta yang tulus karena Allah, bukan karena gengsi, materi apalagi karena nafsu”. Beliau juga menambahkan contoh paling mudah tentang cinta adalah cinta orang tua terhadap anak-anaknya, dimana rasa cinta itu tulus dan mengharapkan anaknya menjadi anak yang soleh dikelak kemudian hari. [Chan]

Rabu, 14 Januari 2009

STOP WAR!!!!!

Save Palestine Now!!!!!!!!!

Kekejaman Israel di Palestina sudah sangat keterlaluan, persaan geram dan amarah membuncah melihat ketidak berdayaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) terhadap pembantaian yang terjadi di sana. PBB hanya menjadi alat Israel dan Amerika untuk melegimitasi perbuatan jahatnya.

Sudah saatnya negara-negara di dunia berfikir ulang dengan keberadaan lembaga PBB tersebut. Dahulu PBB lahir karena untuk mengkoreksi lembaga sejenis yang sudah ada dan di anggap melenceng. Dan sekarang sudah saatnya kita semua warga di dunia harus berfikir untuk mengoreksi total keberadaan PBB tersebut.

Minggu (11/01/08) ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turun ke jalan untuk menyerukan bantuan dan juga penegakan keadilan di dunia. Aksi ini juga di dukung oleh berbagai elemen diantaranya Suara Tionghoa Indonesia, Dewan Pemuda Kristen Indonesia, Rohaniawan Budhis Indonesia, Forum Silaturahmi Majelis Taklim Indonesia, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Komite Nasional Masyarakat Palestine (KNRP) dan juga Gerakan Wanita Salimah.

Dalam orasinya ketua MPR RI yang juga mantan Presiden PKS DR.Hidayat Nurwahid menyerukan agar Presiden Mesir Husni Mubarak agar bersikap rasionalis agar mendukung perjuangan rakyat Palestiana dengan cara pembukaan perbatasan agar bantuan kemanusiaan bisa memasuki Gaza City. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Mesir hingga saat ini masih mendukung Zionis Israel. Dan ini sangat kita sayangkan sekali.

Demo yang di isi nasyid penyebar semangat yang disuarakan Izzatul Islam dan juga Shoutul Harokah juga mengadakan long march dari lapangan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ribuan orang menyemut dengan satu tujuan yaitu SAVE PALESTINE NOW!!!.